sedih memojok di dinding ventrikel jantungku
tak perlu berdifusi ke seluruh tubuh untuk semakin membuatku demam
sudah kutanyakan
sampai kapan dia bersemayam di pojok sana
jawabnya...
sampai mereka tak ingkar janji yang berjuta kali di umbar
aku bosan
berharap
tersungkur kembali
kecewa
asa ku sudah rombeng dicabik-cabik monster yang entah berantah
sudahsudah
tak usah lagi merayuku menari di antara hingarbingar
aku disini saja
pada kotak sempit sepi
suruh saja camar datang
setidaknya
dengan dia bernyanyi
pekatku sirna

No comments:
Post a Comment